Blogger

keluh kesah bersekolah di El-wafa


bersekolah di El-Wafa? apa serunya dan apa keluh kesahnya? sini aku ceritain perjalanan aku bersekolah di El-Wafa dari Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Pertama.

pertama-tama, aku Rusmalinda, salah satu Siswi El-Wafa dari Taman Kanak-kanak sampai SMP. sebenarnya, perjalanan sekolah ku di El-Wafa cukup panjang dan cukup cape jika di ingat-ingat. tapi tidak apa, selagi itu hal yang bermanfaat dan bisa memberi sebuah cerita serta ilmu yang luas, semua itu hanya akan berarti sebuah kenangan yang tak akan bisa diulang kembali.

aku buka dari saat Taman Kanak-kanak, di sana aku tak memiliki banyak cerita dan keluh kesah, karena saat itu aku hanya tau bermain-main. sedikit cerita, saat 2016 Mama ku sempat kecelakaan yang mengakibatkan patah kaki. sehingga saat aku TK, aku di urus oleh nenek aku sendiri. jadi, saat aku melalui banyak ujian di TK, aku tak bisa melakukannya dengan baik sehingga aku dapat peringkat paling akhir dikelas itu. mungkin ini hal yang gabisa dipamerkan, tapi ini menjadi keluh kesah ku saat TK.

tetapi, peringkat akhir bukanlah suatu hal yang bermasalah untuk ku, itu menjadi sebuah pelajaran yang berharga di saat itu. hal itu pun menjadi sebuah kenangan berarti bagi diriku dikala nanti, karena artinya aku bisa berusaha semaksimal aku, semampunya aku tanpa melibatkan banyak orang dan tanpa bantuan orang. aku putar pada pertemanan, saat TK adalah hal yang indah untuk bermain dan bersenang-senang bukan? dan saat itu juga aku memiliki banyak teman dan banyak waktu yang terus-menerus aku gunakan untuk bermain bersama.

berpindah pada SD, mungkin karena bantuan dan ajaran Mama ku, nilai pada SD ku mulai bertingkat. aku gabisa bercerita secara rinci di SD ini, tapi di SD cukup banyak keseruan keseruan yang cukup aku nikmati, entah mulai dari pertemanan atau pun pelajaran nya. sebenernya di SD banyak keluh kesahnya, karena sistem El-Wafa itu hampir setiap hari ada pekerjaan rumah yang harus di kerjakan, saat SD aku pernah berpikir bahwa hal ini cukup kejam terhadap anak SD. mengingat sekarang di SMP lebih dari itu, mungkin hal seperti itu tidak menjadi masalah dan tidak kejam seperti pikiran ku dulu.

lanjut saja pada kelas 3, keluh kesah ku di sana yaitu belajar tajwid yang padahal tidak ada di jadwal maupun di pelajarannya, kita mempelajari ilmu tajwid karena mempersiapkan diri untuk pelajaran di kelas 4 nanti. dan saat kenaikan kelas 4, sebuah cerita yang panjang pun di mulai. saat kenaikan kelas 4 adalah awal awal covid-19 menyebar, sekolah offline atau tatap muka pun di tiadakan. lalu diganti dengan daring, sebenernya aku senang karena bisa di rumah tanpa harus pergi ke sekolah. tetapi, banyak sekali hal yang aku tidak suka saat daring, mulai dari pembelajaran yang aku tak mengerti hingga tak dapat bermain dengan teman.

sampai ada waktunya sekolah offline, namun tak di sekolah. setiap kelas mempunyai tempat belajar yang berbeda-beda, aku ingat pernah belajar ditempat les guru ku dan ditempat yang aku tak tahu milik siapa. selain itu, keluh kesah ku saat kelas 4 adalah hapalan yang cukup banyak, karena hapalan yang menurutku susah selain di kelas 6, ada di kelas 4. karena surat yang harus kita hapalkan adalah surat yang berisi 40 ayat, itu menurutku saja sih, karena aku memang cukup lemah di hapalan.

berganti pada kelas 5, kenaikan kelas 5 masih sama seperti kelas 4 karena masih jamannya covid-19 menyebar. sekolah sudah mulai offline, namun diberi 2 kelompok untuk datang di pagi dan datang di siang hari, para siswa siswi pun di harap memakai masker sesuai ketentuan yang sudah sekolah ajukan. tidak banyak keluh kesah nya, hanya saja pergantian kelompok itu yang membuat ku cukup linglung sendiri.

dan kelas terakhir di SD, kelas 6. kelas 6 ini sebenernya lebih banyak keseruan karena terdapatnya study tour yang aku selalu tunggu tunggu. namun, dilain sisi, ada banyak juga hal yang aku kurang suka. dari pelajaran yang mulai cukup sulit, sampai hapalan yang aku tak bisa hapalkan. saat ujian nasional, aku tak terlalu mengerti karena memang ada beberapa kisi-kisi yang ga masuk ke ujian tersebut. dan pada hapalan untuk kelulusan, aku tak bisa hapal semua, hanya surat utama dan beberapa surat pendek lainnya. di saat itu aku tak lolos untuk ujian hapalan, tapi Tuhan masih baik kepadaku hingga aku bisa lulus dari SD dengan lancar.

kita berpindah pada jenjang SMP, sedikit cerita kembali. saat kelas 5 dulu, aku sempat berpikir untuk pindah kemana untuk SMP nanti. aku memikirkan hal ini karena aku tahu bahwa saat aku kelas 6, aku tak memiliki banyak waktu untuk berpikir tentang hal ini. melihat sekolah ku telah membangun sebuah gedung SMP, aku pun tanpa pemikiran panjang ingin bersekolah di situ. namun, kata hati ku lebih memilih untuk di pesantren kala itu.

saat kelas 6, orang tua ku sempat gundah ingin memasukkan ku ke pesantren. karena di saat itu, pesantren lagi banyak yang trending karena keburukan yang telah terungkap. maka dari itu, orang tua ku memilih jalan yang lebih aman, aku pun di bolehkan mendaftar di SMP Plus El-Wafa. aku sendiri sempat ingin masuk ke SMP sebelah, namun melihat dari segi pembelajaran nya yang lebih bagus, aku tak jadi memilih kesana karena sayang akan pembelajaran SD yang sudah di asah dengan baik.

saat awal kelas 7 mungkin hanya keluh kesah ku pada mpls, karena saat mpls aku tak memiliki persiapan apapun. keluh kesah lain nya terdapat di ujian, karena aku baru mengetahui adanya ujian kitab dan tik, hal itu menjadi sebuah pelajaran yang tak aku suka saat ujian. terlebih lagi pada pkn dan pjok yang soal ujian nya mungkin lebih mengarah ke hal yang susah untuk ku saat itu. dan di SMP ini banyak sekali acara dan kegiatan yang harus kita biasakan, mulai dari acara 17 Agustus, Maulid Nabi, hingga Perpisahan kelas 9 dan kegiatan Ubudiyah yang benar-benar harus ada setiap hari, selain hari Jum'at.

selain itu, keluh kesah di SMP ini cukup banyak bagiku, mulai dari tugas sehari-hari yang banyak, pekerjaan rumah yang harus selesai, tugas video, praktek olahraga, senam, upacara, praktek lainnya, dan juga hapalan. namun, aku tetap dibawa enjoy karena memang ini termasuk tugas pelajar dan hal ini membawa pengaruh baik bagi mereka. dikelas 8 ini aku sudah membiasakan hal hal seperti itu, mungkin keluh kesah selanjutnya adalah bertanggungjawab menjaga tingkah laku sebagai kakak kelas, supaya menjadi contoh yang baik bagi adik kelas dan hapalan yang terus menerus datang hingga pada akhirnya hapalan kelulusan yang cukup rumit bagi ku.

sudah sekian keluh kesah dari sisi penglihatan dan perasaan ku, 

keseharian saat libur semester

Liburan semester, liburan panjang yang paling diriku tunggu-tunggu setiap saat. Pada saat liburan semester kemarin, aku memiliki keseharian yang berbeda-beda dan memiliki banyak cerita seru yang tentu akan ku tuliskan kenangan tersebut di blog ini. 

Pada awal cerita blog ku ini, aku akan mulai menceritakan saat pembagian rapot di sekolah. Hal ini adalah hal yang paling menegangkan, aku dengan teman-temanku saling mengirim pesan di grup kelas yang telah kami buat khusus untuk para siswa kelas 7. Seperti akan ada kejadian yang sangat menggegerkan, dihari itu diriku benar-benar takut akan nilai dan juga peringkat yang akan di umumkan. Walau aku tak ikut saat pembagian rapot tersebut, rasanya sangat mencekam di rumah kala itu.

Mama ku datang ke sekolah pada jam 07:30 pagi dan pulang pada jam 10:00 siang, entah mengapa setiap pembagian rapot itu sangat lama. Dan langsung intinya saja, diriku pada semester 2 kali ini berhasil mendapatkan peringkat—mempertahankan peringkat semester sebelumnya dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Diriku akan selalu berharap bisa meningkatkan nilai dan juga peringkat ku di kelas 8 yang akan mendatang, dan diriku akan selalu berusaha untuk selalu giat belajar setiap saat, tak kenal susah maupun mudah.

Cerita berlanjut dua hari setelah itu, keluarga kenalan Mama dan Ayah ku datang berlibur kesini, jika dihitung-hitung mereka berlibur hampir selama seminggu disini. Saat hari pertama, keponakan ku mulai selalu main setiap hari ke rumahku untuk bermain bersama anak dari keluarga kenalan orang tua ku, namanya adalah Arsya dan keponakan ku bernama Gendis. Walau mereka adalah cewe dengan cowo, hal itu tak menjadi masalah dalam kesenangan permainan mereka. Mereka berdua selalu bermain, entah mobil-mobilan ataupun bermain bersama kucing-kucing ku.

Oh ya! Aku ingin memotong sedikit cerita liburanku, aku akan memperkenalkan juga 3 ekor kucing di rumah aku. Dari dulu, satu keluarga ku tidak ada yang menyukai dengan kucing, lebih ke arah kata "geli" dengan bulu-bulu mereka yang halus. Tetapi, entah mengapa saat Ayahku pulang kerja (22 Juli 2023), ia membawa seekor anak kucing berwarna orange dan di namakan "Lorenzo" oleh aku, dengan panggilan kesayangannya "Oyen" "Dudul" 'Uyin". Oyen ini adalah kucing kesayangan Abang kedua ku, hampir setiap pulang kerja, Oyen ini akan selalu ditanyakan pertama kali. Dan Oyen ini benar-benar galak kepada orang sekitarnya. Walau begitu, Oyen tetap menjadi kucing kesayangan keluarga dirumah.

Kucing ku yang kedua adalah Chimi, Chimi ini adalah kucing ras Persia dan pastinya Chimi memiliki bulu-bulu yang panjang serta lembut. Chimi ini dibawa oleh Ayahku saat pulang kerja karena ditawarkan oleh teman kerjanya (November 2023). Dan setelah Ayahku meminta izin ke Mamaku, Chimi akhirnya dibawa ke rumah dengan selamat. Kucing kedua ku ini adalah kucing kesayangan Mama ku, walau pada awalnya Chimi ini sangat takut berinteraksi dan bertemu dengan seseorang, sekarang sudah mulai berinteraksi dan bolak-balik keliling rumah tak kenal lelah. Sekarang pun Chimi selalu mengikuti Mama ku pergi kemana-mana. 

Dan yang terakhir, kucing ku bernama "Putih" atau sering di panggil "Puput" nama panggilan ini adalah panggilan dari keponakan ku, Gendis. Aku selalu memanggilnya putih karena bulunya yang berwarna putih dengan sedikit coklat di kepalanya. Putih ini dibawa oleh Abang kedua ku saat aku berada di kampung (April 2024), saat itu Putih masih sangat kecil, berbeda dengan sekarang yang sudah bertumbuh besar. Tetapi, hal itu tak akan mengurangi rasa sayang aku ke Putih.

Sebelum itu, aku mempunyai dua ekor anak kucing lainnya—sebelum Putih. Tetapi takdir berkata lain kucing ku yang bernama "Ocil" mati karena sakit, pada hari Jum'at. dan kucing ku yang bernama "Ucil" mati karena di gigit oleh kucing liar, pada hari Jum'at juga. Walau sudah berlalu lama, diriku masih sangat kangen dengan  mereka, semoga mereka tenang di alam sana. 

Kembali ke awal, pada akhir bulan Mei. Aku, Mama, Ayah, Keponakan dan Keluarga Saudaraku pergi berlibur ke Ragunan, Jakarta Selatan. Perjalanan itu sangat lama karena macet, disana juga sangat panas. Diriku yang tak menyukai bau ac mobil dan panas matahari itupun ditengah jalan mual. Dan setelah sampai, aku membeli sosis Indomaret dan dua botol air putih karena belum sarapan. Di dalam sana kita semua melihat banyak sekali hewan. 

Di dalam sana seperti lautan manusia, banyak sekali orang yang pergi mengunjungi Ragunan pada hari itu. Kami melihat Jerapah, Gajah, Monyet, Komodo, Burung Onta, dan Burung Bangau. Hari itu sangat menyenangkan, semua itu terasa mimpi karena sangat cepat berlalu. Pulang dari sana, kami semua pergi mencari makan siang dan akhirnya memakan nasi padang di tengah jalan, memakan nasi padang ramai-ramai adalah hal yang paling bahagia di hidupku walaupun itu adalah hal sederhana.

Dan di liburan kedua, aku, Mama, Teteh, Keponakan dan Keluarga Saudaraku pergi ke pantai yang berada di Karawang. Pantai itu sangat terpencil dan sangat jarang yang mengetahui, karena itu pantai tersebut sangat bersih dan masih asri. Kami pergi ke pantai itu karena Teteh dan Abang pertama ku pergi ke sana sehari sebelum hari itu, dan mengrekomendasikan pantai itu ke Mama ku. Perjalanan nya cukup jauh tetapi kami sangat menikmatinya karena di jalan sebelum ke pantai itu terdapat Hutan Mangrove yang sangat panjang.

Di pantai tersebut kami semua bermain air dan bermain pasir, aku dan Kak Rachel mencetak pasir dengan telapak tangan kamu berdua dan mengubur kaki kedua anak kecil yang kita bawa, Arsya dan Gendis. Mamaku tidur di saung yang ada di pinggir pantai, dan setelah bermain pasir, kami mencari kerang di pinggiran laut. Tak akan ada nikmatnya jika tak memakan ikan, kita semua memesan ikan yang cukup besar dan memakannya bersama.

Cukup sampai situ cerita ku kali, Terima kasih!

moonlOoverra

Menjadikan OSIS Sebagai Tempat Perkembangan Siswa

OSIS merupakan salah satu wadah penting dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik (pendekatan ...