Blogger

Memperingati Maulid Nabi 2024 di Sekolah

Hallo semua! Kembali lagi sama aku, sang penulis blog ini. Kali ini, aku mau menceritakan apa saja kegiatan dan materi yang aku dapat dari acara Maulid Nabi kemarin. Pada 26 Oktober kemarin, aku mendapatkan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Sekolah. Banyak susunan acara yang kami lakukan disana, daripada semakin penasaran, ayo kita lanjut saja ke dalam ceritanya!

Yang pertama itu, mulai dari acara pembukaan yang di buka oleh tim Hadroh. Tim Hadroh membawakan Shalawat sehari-hari. Ada tiga temanku yang mengikuti acara itu, yaitu Hana, Neisyha dan juga Hana. Pada awal itu banyak sekali siswa-siswi yang masih bersemangat. Oh ya! Maulid kali ini, siswa-siswi SDIT El-Wafa dan juga siswa-siswi SMP Plus El-wafa bersatu untuk merayakan Maulid Nabi 2024. Di awal acara juga terdapat pembagian snack yang di bagikan oleh para OSIS.

Pada acara keduanya yaitu Kalam Ilahi yang dibawakan oleh Pak Deden, Guru SD. Setelah selesai, acara selanjutnya yaitu pembacaan Tahlil dan Rawi yang dibawakan oleh Pak Deden, Pak Aep, Pak Ade dan juga tim Hadroh. Lalu ada sambutan dari Bu Ella, Ketua Yayasan.

Terdapat pula sambutan-sambutan dari anak-anak SD, contohnya anak kelas 2.1 yang membawakan do'a-do'a harian, anak kelas 2.2 yang membawakan Shalawat, anak kelas 3 yang membawakan Shalawat, dan anak kelas 6.2 yang berpidato di atas panggung. Aku cukup kagum akan keberaniannya yang bisa Public Speaking sebagus dan sebaik itu. Good Job!

Lalu ada sambutan dari tim Musik SMP, yang membawakan Shalawat. Aku pun ikut ke dlam sambutan dari tim Musik tersebut, cukup malu namun cukup seru juga.

Memasuki acara inti, acara Mauidhoh Hasanah yang dibawakan oleh Kak Rahmat. Kak Rahmat mempunyai cara nya untuk berceramah dengan Boneka yang ia bawa. Dengan suara nya yang bisa berubah dan juga unik, Boneka tersebut seolah-olah bersuara dan berbicara ke Kak Rahmat. Di awal-awal ceramahnya, Kak Rahmat memulai perkenalan dan memulai candaan untuk menyenangkan rasa jenuh para siswa-siswi, terutama anak-anak SD. 

Di dalam ceramahnya, Kak Rahmat menyantumkan banyak sekali pesan. Mulai dari seberapa besar rasa sayang terhadap Ayah dan Bunda dan juga seberapa besar pengaruh buruk jika tidur larut malam. Kak Rahmat juga menyiapkan 15 hadiah untuk para siswa-siswi yang ingin maju ke atas panggung. Di atas panggung tersebut Kak Rahmat akan bertanya apa saja yang telah ia sampaikan tadi. 

Dari semua yang kena danmendapatkan hadiah, ada tiga orang dari kelas ku yang dapat, yaitu Hana, Khansa Aulia dan juga Abid. Mereka cukup senang saat di tunjuk untuk maju dan saat mendapatkan hadiahnya. 

Acara Maulid Nabi kemarin cukup seru bagiku! Namun, banyak hal juga yang membuat lelah. Tetapi, Maulid Nabi kali ini aku tak akan melupakannya. Dan acara ini di tutup dengan do'a secara bersama-sama yang di pimpin oleh Pak Badru.

Cukup sampai sini saja, aku sudah cukup bingung ingin menceritakan apa lagi disini. Thank You and See You!!

Memperingati Hari Santri Nasional

Hallo Everyone! Apa kabar kalian semua? Ketemu lagi sama aku di blog aku yang entah ke berapa, kali ini aku mau menjelaskan sebuah sejarah, makan, tujuan, dan lainnnya yang bersangkutan dengan hari Santri Nasional. 

Sebelum masuk lebih jauh ke penjelasan tentang peringatan hari Santri, apakah kalian tahu Apa itu pengertian tentang Santri? Dan mengapa harus nama 'Santri' yang dipilih? Yuk simak penjelasannya di bawah sini! 

Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mengartikan Santri sebagai orang yang mendalami Agama Islam. Santri di mengerti sebagai orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang Sholeh Sholehah. 

Sejumlah karakter disematkan pada diri seorang Santri, antara lain:

Teosentrik ; yakni sebuah yang di dasarkan pada pandangan bahwa suatu kejadian berasal, berproses, dan kembali pada kebenaran Allah SWT. 

— Sukarela ; yakni yang tercermin dari kepasrahan seorang Santri dalam belajar di Pondok Pesantren. 

— Kearifan ; yaini bersikap sabar, rendah hati, patuh pada ketentuan Hukum Agama, kamu mencapai tujuan tanpa merugikan orang lain, dan

— Kesederhanaan dan Kemandirian ; ini juga karakter khas dari seorang Santri yang tidak tinggi hati dan sombong walaupun berasal dari orang kaya ataupun keturunan Bangsawan. Pesantren yang serba terbatas dari fasilitas, berperan membentuk karakter kesederhanaan dan kemandirian ini. 

22 Oktober, hari dimana masayarakat Indonesia memperingati hari Santri Nasional. Banyak cerita yang menjelaskan mengapa tanggal 22 Oktober menjadi hari Santri? Lahirnya hari Santri tentu tidak terlepas dari peran besar para Santri di Indonesia dan Ulama Pesantren dalam memperjuangkan serta mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. 

Sejak masa penjajahan, mereka telah berjuang melawan penindasan dan kolonialisme melalui berbagai cara, baik perlawanan fisik maupun intelektual. Para Santri dan Ulama juga turut menyebarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, bersifat toleran, moderat, dan inklusif. 

Salah satu peristiwa penting yang menjadi dasar penetapan hari Santri adalah Resolusi Jihad yang disampaikan oleh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bubutan, Surabaya, pada 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad merupakan seruan bagi umat Islam untuk berjihad melawan Tentara Sekutu yang berupaya menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan.

Dalam sejarah, Santri bersama pejuang lainnya memainkan peran penting dalam merebut kedaulatan Negara. Beberapa tokoh penting yang berjuang mempertahankan NKRI antara lain: KH. Hasyim Asy'ari dari NU, KH. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah. A Hassan dari Persis. Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, serta Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Banyak pula anggota Pembela Tanah Air (PETA) yang berasal dari kalangan Santri. 

Dari penjelasan di atas, sangat jelas bahwa Santri Indonesia sangat berperan penting dan berpengaruh dalam Kemerdekaan Indonesia. Dengan hal itu, marilah kita secara bersama-sama menjalankan serta memperingati hari Santri ini dengan kegiatan yang bermanfaat serta seru! 

Berlanjut pada penjelasan selanjutnya tentang apa itu makan dari hari Santri ini? Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki makna mendalam bagi Santri dan seluruh rakyat Indonesia. Konstribusi Santri dalam memperjuangkan Kemerdekaan tidak bisa diragukan lagi. 

Sejak penetapan hari Santri Nasional pada tahun 2015, momen ini telah menjadi refleksi penting bagi Santri dan Bangsan untuk mengenang peran Pondok Pesantren dalam perjuangan melawan penjajah. 

Refleksi atas sejarah ini pnting agar generasi Santri modern bisa terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih besar demi. kemajuan Bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu, hari Santri bukan hanya ajang seremonial belaka. Tetapi, momentum bagi para Santri untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal akhlak maupun kecakapan untuk memajukan Bangsa. Hari Santri juga mengingatkan kita akan peran penting Santri dari masa penjajahan hingga sekarang. 

Selain dimaksudkan untuk mengenang dan meneladani perjuangan Ulama dan Santri dalam membela serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hari Santri juga bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai Pendidikan karakter diri dengan Santri dn masyarakat luas. 

Peringatan ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga pada upaya menanamkan dan memperkokoh nilai-nilai pentincyanh menjadi dasar pembentukan karakter Bangsa, seperti nilai karakter religius, nasionalis, integritas, kemandirian, dan semangat gotong royong. 

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya berkompetensi secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, cinta Tanah Air, serta mampu bekerja sama demi kemajuan Bangsa. 

Sedikit cerita tentang hari Santri, di Sekolah ku ini terdapat kegaitan untuk memperingati hari Santri, yaitu semua murid harus menggunakan pakaian Muslim. 

Lalu, karena Sekolah ku ini berbasis Pondok Pesantren. Aku mempunyai seketika harapan sebagai Santri modern yang berpulang ke rumah dan ke Sekolah hanya untuk belajar. Harapanku yaitu menjadi pelopor kreativitas Islami— aku memiliki keahlian yang mampu di bidang desain, dengan hal itu aku ingin menciptakan video-video inspiratif tentang kehidupan Santri yang relevan dengan generasi muda. 

Mungkin cukup sampai sini saja, sekian dari aku pada blog yang kali ini. Thank You and See You! 

Mendeskripsikan para guru disekolah ku

Hallo Everyone! Kembali sama aku pada tugas blog yang kali ini, sebenarnya tugas blog ini untuk minggu depan pada tanggal (15/10) Tetapi karena aku tak bisa membuka website untuk mengerjakan tugas pada (08/10) Jadi, aku akan membuat blog ini dengan waktu yang lebih cepat! Pada kali ini aku akan mendeskripsikan para guru-guru yang ada di sekolahku, mulai dari sifat, cara mengajar sampai mata pelajarannya.

Di awal ini aku ingin memberitahu bahwa aku mendeskripsikan guru yang ada disekolahku mulai dari para guru pria sampai guru wanita. Aku juga akan mendeskripsikan guru-guru Ekstrakurikuler yang ada di sekolahku.

Jadi, untuk yang pembukaan pertama, aku akan menjelaskan Pak Habil Ridwansyah, S.Pd. Pak Habil ini mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, ia sendiri mempunyai cara tersendiri untuk mengajarkan kami tentang sejarag-sejarah di Indonesia. Pak Habil selalu menjelaskan bagaimana, mengapa bahkan kapan sejarah Indonesia terjadi. Dengan menggunakan PowerPoint, kami selalu senang karena pada jam pelajarannya selalu gelap yang semakin membuat kelas kita sunyi dan adem. 

Pak Habil mempunyai sifat yang tegas dalam suatu hal yang penting, ia juga tak suka menunggu, bercanda di waktu yang tak tepat dan juga hal-hal yang berisik. Namun, ia juga bisa di ajak bercanda ketika waktu sedang senggang. 

Yang kedua ada Pak Badrussalam, S.Pd. Pak Badru ini adalah salah satu yang selalu aku anggap paling hebat dari yang lain, dikarenakan ia bisa menghafal suatu kitab yaitu, kitab Safinah (Fikih) dan juga kitab Tanqihul (Hadist). Pak Badru termasuk guru yang paling sabar disini, walaupun kita berisik tetapi ia selalu sabar menghadapi kelas kami. Walaupun terkadang para murid di kelas aku ga tau diri sehingga mengeluarkan suasana yang ricuh.

Pak Badru mempunyai cara mengajar melogat dengan sangat sabar, menunggu semua menulis logatannya sampai selesai baru ia akan melanjutkan logatan selanjutnya. Kitab Safinah adalah kitab terfavorite bagiku, kitab Safinah akan menjadi kitab utama karena kitab Safinah akan tes di kelulusan kelas 9 nanti. 

Guru ketiga adalah Pak Rafi, S.Pd. Pak Rafi adalah guru dari mata pelajaran Penjas Orkes. Ia mempunyai sifat yang baik, ramah dan juga sabar. Mungkin ia tegas pada siswa yang bandel, tetapi selama mengajar kelas aku, ia selalu mengeluarkan sifat friendly nya yang membuat para siswa-siswi nyaman dalam ajarannya. 

Pak Rafi mempunyai cara mengajar yang berbeda karena mata pelajarannya juga berbeda, yaitu satu minggu praktek di lantai tiga, minggu selanjutnya akan materi di kelas, dan berlanjut pada minggu-minggu selanjutnya. 

Yang keempat adalah Pak Saepul Bahri, S.Pd. Ia senang di panggil Pak Aep, jadi disini kita akan panggil ia Pak Aep. Pak Aep mengajar tiga mata pelajaran dan juga tiga Ekstrakurikuler. Ada kitab Ta'lim Muta'alim, kitab Amsilati dan juga Sejarah Kebudayaan Islam. Ia juga mengajar Ekstrakurikuler Hadroh, Qiro'ah, dan juga Muhadatsah (Kosakata) Muhadhoroh (Pidato dua Bahasa). 

Cara mengajarnya semau berbeda pada setiap mata pelajaran, pada mata pelajaran kitab Ta'lim Muta'alim, Pak Aep sendiri akan melogat secara cepat supaya bisa mengejar target halaman kitab. Dan pada di sela-sela logatannya, ia akan menceritakan sebuah cerita yang berbeda-beda, entah cerita dari para orang terdahulu ataupun cerita dari yang ia alami sendiri. 

Pada kitab Amsilati, Pak Aep akan mengajar sesuai rumus-rumus yang ada di kitab. Ia akan selalu mengulang-ulang penjelasannya jika ada yang tak mengerti dengan penjelasannya. Dan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, ia selalu menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi pada zaman Nabi, lalu ia akan mengasih tugas mata pelajaran tersebut dengan membuat makalah.

Untuk Ekstrakurikulernya, aku kurang tahu pada cara mengajar Pak Aep di Hadroh karena aku tak ikut Ekstrakurikuler tersebut. Untuk kedua Ekstrakurikuler lainnya, ia mengajar seperti biasa dan tak menghiraukan seseorang yang tidak memperhatikannya.

Lalu guru pria terakhir yang aku jelaskan yaitu Pak Faiq Shidqie, ia adalah guru Bahasa Arab. Ia juga adalah anak dari ketua Yayasan disini dan adek dari Kepala Sekolah SMP Plus El-Wafa. Ia mempunyai sifat baik dan lumayan tegas, pada awalnya kau kira cara mengajarnya akan membosankan. Namun, semakin kesini aku juga semakin suka dengan cara mengajarnya. Cara mengajarnya dengan mengartikan semua cerita yang ada dibuku dan memberi nilai jika salah satu murid ingin mengerjakan soal di Papan Tulis.

Berpindah pada guru Wanita, yang pertama akan aku deskripsikan yaitu Bu Fithia, S.Pd. Ia adalah guru Bahasa Inggris, Tajwid, Baca Tulis Qur'an dan juga Tahfidz, ia juga mengajar satu Ekstrakurikuler yaitu Muhadatsah Muhadhoroh bersama Pak Aep. Untuk sifatnya, Bu Thia sendiri adalah guru yang baik, ia mempunyai aura keibuan yang kuat sehingga kita nyaman berbincang-bincang dengannya. Cara mengajarnya selalu seru, ia juga selalu memberikan nasihat penting kepada kami semua. 

Pada Ekstrakurikulernya, cara mengajarnya tak jauh berbeda dengan Pak Aep, namun Bu Thia selalu memperhatikan para murid-muridnya. Sedikit penjelasan, Muhadatsah Muhadhoroh ini juga mempunyai satu kegiatan lain namun tetap menjadi satu Ekstrakurikuler, yaitu Jasus. Jasus adalah kegiatan menulis seseorang yang berkata kasar. Pada Ekstrakurikuler itu akan dibacakan siapa saja yang mengatakan Jasus dan akan diberi hukuman sesuai dengan guru yang lagi mengajar Ekstrakurikuler tersebut.

Lanjut pada guru yang kedua adalah Bu Mutiara Silmi, S.Pd. Bu Silmi adalah wali kelas ku, ia mengajar tiga mata pelajaran yang salah satu mata pelajarannya adalah tugas yang sedang ku buat ini. Tiga mata pelajarannya tersebut adalah Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan juga Teknologi Informasi dan Komunikasi. 

Yang aku suka dari Bu Silmi adalah cara mengajarnya yang seru dan senang menjelaskan dengan rinci. Bu Silmi pun senang memberi tugas dengan Teka-Teki, ia juga suka memberi pertanyaan yang akan keluar di ujian nanti. Dan dari cara mengajarnya yang bisa menjelaskan sesuatu dengan bagus, aku pun terinspirasi untuk meningkatkan public speaking ku.

Lalu ada Bu Dewi, S.Pd. Ia adalah guru Matematika, Bu Dewi adalah guru yang cukup tegas. namun dibalik ketegasannya tersebut, Bu Dewi adalah guru yang benar-benar mempunyai aura kasih sayang yang kuat, ia juga akan bercanda dan mengobrol lebih jika ada waktu luang. Cara mengajar Bu Dewi ke kami seperti mengajar anak kecil, dengan hal itulah yang menjadi ciri khas dari Bu Dewi seorang.

Tang terakhir terdapat Bu Khoerunnisa, S.Pd. Bu Anis mengajar dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan juga Seni Budaya atau Teater. Cara mengajarnya di Bahasa Indonesia adalah menjelaskan semua pengertian dari isi bab yang sedang di pelajari, dan suka mengulang penjelasan yang suda lewat. Terkadang Bu Anis juga suka menyuruh para siswa-siswi untuk mempresentasikan apa yang sudah ia jelaskan. Hal tersebut menjadi cara untuk kita meningkatkan public speaking.

Lalu cara mengajarnya di mata pelajaran Seni Budaya adalah melakukan praktek langsung atau bermain seputar menguji konsentrasi para siswa-siswi. Hal tersebut adalah hal yang paling murid sukai sehingga jika sudah waktu mata pelajaran Seni Budaya, para murid akan meminta untuk melakukan kegiatan seperti biasanya.

Berpindah pada guru-guru yang mengajar Ekstrakurikuler, yang pertama ini aku akan mendeskripsikan Pak Bambang. Pak Bambang ini mengajar Ekstrakurikuler Paskibra. Cara mengajar ia di Ekstrakurikuler tersebut yaitu menegaskan para siswa untuk lebih disiplin terhadap hal-hal yang sudah ia ajarkan sebelumnya. Mungkin memang bawaan nya yang bersifat tegas, jadi para siswa terkadang menyebutnya guru yang galak. Sedikit cerita, ia dulunya adalah guru Matematika di sekoalh ku. tetapi entah mengapa ia berhenti menjadi guru disitu.

Lalu ada Kak Yeremi dan juga Kak Vincen, mereka berdua adalah guru Musik. Dulu guru Musik adalah Kak Deni, namun karena Kak Deni sibuk kuliah, jadia ia keluar dan digantikan oleh Kak Yeremi dan Kak Vincen. Mulai dari Kak Yeremi, ia mengajarkan para siswa-siswi yang posisinya menggunakan alat, seperti gitar, pianika, keyboard atau piano, dll. Untuk Kak Vincen sendiri, ia mengajar para siswa-siswi yang mengikuti vokal.

Berpindah pada guru Pramuka, terdapat Kak Main dan juga Ka Irgi. Banyak cerita dalam pergantian guru-guru Pramuka disini. Pada saat aku masuk pertama kali, Pramuka di ajarkan oleh Pak Bambang, namun karena ia berhenti dan hanya mengajar Paskibra, guru Pramuka pun di ganti oleh Kak Nurjanah dan temannya. Jujur, aku kurang suka dengan mereka berdua karena memang sudah keliatan sifat buruknya dari awal. Dan memang benar saja, ia memang orangnya yang mempunyai sifat buruk hehe.

Lalu dilanjut dengan Kak Main dan juga Kak Amanda, mereka mengajar Pramuka cukup lama. Aku cukup senang dengan mereka, karena mereka tegas namun suka bercanda. Sayangnya Kak Amanda keluar entah karena apa. Dan sempat pada waktu itu, Kak Main mengajar sendiri dan ada satu guru baru yang mengajar dengannya, yaitu Kak Lukman. Tetapi memang bukan takdirnya mengajar disitu, Kak Lukman pun hanya mengajar pada satu kali pertemuan.

Dan yang terakhir ini adalah Kak Main dan juga Kak Irgi, mereka mempunyai sifat yang sama-sama tegas namun sama-sama suka bercanda juga pada waktu yang tepat. Semoga mereka tetap bertahan sampai aku lulus!!

Mungkin cukup sampai disini, mungkin penjelasan aku disini ada yang kurang baik. Tetapi namanya juga manusia, tak akan pernah luput dari kesalahan. Jadi sampai sini saja, See You!

Terbentuknya persahabatan kami

Siang itu di sekolah, aku dengan ketiga orang temanku, Neisyha, Queena dan juga Hana sedang berkumpul bersama saat jam kosong di mata pelajaran ketiga. Entah mengapa pada hari itu secara tidak langsung kami dapat berkumpul bersama, tanpa adanya rasa canggung kami bercengkerama dan juga bersenda gurau bersama-sama. Tanpa adanya angin ataupun hujan, ada satu siswi yang aku tau namun tak aku kenal, ia secara mendadak dan tak punya rasa canggung langsung ikut bergabung dengan kita berempat.

Pada awalnya aku bingung dengan kehadirannya yang tanpa di undang sudah datang terlebih dahulu. 'Ini siapa? Kok berani banget gabung sama orang ga dikenal' batinku pada saat itu. 

"Ikut join dong," serunya kala itu. Aku mengernyit bingung dengan ucapan dia, namun pada saat itu terdapat Hana yang pernah sekelas bareng dengan siswi tersebut— Anindita, saat Sekolah Dasar. Jadi, Hana langsung mengiyakan ucapan siswi itu tanpa adanya basa-basi. 

Walaupun kami masih bingung akan kehadirannya, tetap saja pada ujungnya kami berbincang-bincang bersama. Sampai pada akhirnya ada salah satu dari kami berlima yang berceletuk, "Eh, ayo kita buat sirkel bareng!" Entah mengapa secara serentak kami berkata 'ayo' tanpa memikir dua kali apa yang kita ucapkan sebelumnya. 

"Karena kita berlima, nama sirkel nya jadi Magic Five," seru aku. Sebenarnya aku menyebut nama Magic Five karena adanya sinetron televisi bernama Magic Five yang sedang naik daun kala itu, dan karena sinetron tersebut juga beranggotakan lima orang yang sesuai dengan anggota kami. 

Setelah perkataan ku terucap, lantas mereka berempat tertawa lepas karena ucapan ku tadi. Aku tahu mereka tertawa karena sinetron tersebut kurang memadai bagi kami para remaja. "Cakep loh, nanti kita bagi-bagi peran kita sesuai yang tertera di sinetronnya," ucap ku kembali. 

"Ganti aja, namanya terlalu mengcopy paste judul sinetronnya. Gimana kalau mejikom aja?" saut Anindita yang dibalas dengan ketawa kencang dari kita semua. Pikiranku saat itu, mengapa Anin ini polos banget kalau berucap. Aku juga sempat berpikir bahwa Anin ini adalah anak yang paling gemar berbicara asal-asalan. "Sekalian aja kita buat grup barengnya!" ucap Queena menawarkan ajakannya. 

"Boleh! Nanti aku yang buat grupnya," ujar Anin kembali membalas ucapan Queena. Dengan penuh tawa dan cerita, kami kembali berbincang-bincang bersama-sama tanpa mengecualikan siapapun yang sedang ikut berbicara. 

Aku kembali mengingat, bahwa kami membuat sirkel-sirkelan seperti ini bukan karena hal semata. Hal ini kami berani lakukan karena kami berlima saja anggota yang tidak mempunyai sirkel. Teman kami yang lain sudah mempunyai sirkel sendiri-sendiri sehingga pada akhirnya Tuhan menakdirkan kita berlima berkumpul bersama bahkan sampai membuat sirkel yang masih utuh sampai sekarang. 



Karya Cipta Rusmalinda, peserta didik SMP Plus El-Wafa kelas VIII. 

moonlOoverra

Menjadikan OSIS Sebagai Tempat Perkembangan Siswa

OSIS merupakan salah satu wadah penting dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik (pendekatan ...