Hallo Everyone! Kembali sama aku pada tugas blog yang kali ini, sebenarnya tugas blog ini untuk minggu depan pada tanggal (15/10) Tetapi karena aku tak bisa membuka website untuk mengerjakan tugas pada (08/10) Jadi, aku akan membuat blog ini dengan waktu yang lebih cepat! Pada kali ini aku akan mendeskripsikan para guru-guru yang ada di sekolahku, mulai dari sifat, cara mengajar sampai mata pelajarannya.
Di awal ini aku ingin memberitahu bahwa aku mendeskripsikan guru yang ada disekolahku mulai dari para guru pria sampai guru wanita. Aku juga akan mendeskripsikan guru-guru Ekstrakurikuler yang ada di sekolahku.
Jadi, untuk yang pembukaan pertama, aku akan menjelaskan Pak Habil Ridwansyah, S.Pd. Pak Habil ini mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, ia sendiri mempunyai cara tersendiri untuk mengajarkan kami tentang sejarag-sejarah di Indonesia. Pak Habil selalu menjelaskan bagaimana, mengapa bahkan kapan sejarah Indonesia terjadi. Dengan menggunakan PowerPoint, kami selalu senang karena pada jam pelajarannya selalu gelap yang semakin membuat kelas kita sunyi dan adem.
Pak Habil mempunyai sifat yang tegas dalam suatu hal yang penting, ia juga tak suka menunggu, bercanda di waktu yang tak tepat dan juga hal-hal yang berisik. Namun, ia juga bisa di ajak bercanda ketika waktu sedang senggang.
Yang kedua ada Pak Badrussalam, S.Pd. Pak Badru ini adalah salah satu yang selalu aku anggap paling hebat dari yang lain, dikarenakan ia bisa menghafal suatu kitab yaitu, kitab Safinah (Fikih) dan juga kitab Tanqihul (Hadist). Pak Badru termasuk guru yang paling sabar disini, walaupun kita berisik tetapi ia selalu sabar menghadapi kelas kami. Walaupun terkadang para murid di kelas aku ga tau diri sehingga mengeluarkan suasana yang ricuh.
Pak Badru mempunyai cara mengajar melogat dengan sangat sabar, menunggu semua menulis logatannya sampai selesai baru ia akan melanjutkan logatan selanjutnya. Kitab Safinah adalah kitab terfavorite bagiku, kitab Safinah akan menjadi kitab utama karena kitab Safinah akan tes di kelulusan kelas 9 nanti.
Guru ketiga adalah Pak Rafi, S.Pd. Pak Rafi adalah guru dari mata pelajaran Penjas Orkes. Ia mempunyai sifat yang baik, ramah dan juga sabar. Mungkin ia tegas pada siswa yang bandel, tetapi selama mengajar kelas aku, ia selalu mengeluarkan sifat friendly nya yang membuat para siswa-siswi nyaman dalam ajarannya.
Pak Rafi mempunyai cara mengajar yang berbeda karena mata pelajarannya juga berbeda, yaitu satu minggu praktek di lantai tiga, minggu selanjutnya akan materi di kelas, dan berlanjut pada minggu-minggu selanjutnya.
Yang keempat adalah Pak Saepul Bahri, S.Pd. Ia senang di panggil Pak Aep, jadi disini kita akan panggil ia Pak Aep. Pak Aep mengajar tiga mata pelajaran dan juga tiga Ekstrakurikuler. Ada kitab Ta'lim Muta'alim, kitab Amsilati dan juga Sejarah Kebudayaan Islam. Ia juga mengajar Ekstrakurikuler Hadroh, Qiro'ah, dan juga Muhadatsah (Kosakata) Muhadhoroh (Pidato dua Bahasa).
Cara mengajarnya semau berbeda pada setiap mata pelajaran, pada mata pelajaran kitab Ta'lim Muta'alim, Pak Aep sendiri akan melogat secara cepat supaya bisa mengejar target halaman kitab. Dan pada di sela-sela logatannya, ia akan menceritakan sebuah cerita yang berbeda-beda, entah cerita dari para orang terdahulu ataupun cerita dari yang ia alami sendiri.
Pada kitab Amsilati, Pak Aep akan mengajar sesuai rumus-rumus yang ada di kitab. Ia akan selalu mengulang-ulang penjelasannya jika ada yang tak mengerti dengan penjelasannya. Dan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, ia selalu menceritakan kejadian-kejadian yang terjadi pada zaman Nabi, lalu ia akan mengasih tugas mata pelajaran tersebut dengan membuat makalah.
Untuk Ekstrakurikulernya, aku kurang tahu pada cara mengajar Pak Aep di Hadroh karena aku tak ikut Ekstrakurikuler tersebut. Untuk kedua Ekstrakurikuler lainnya, ia mengajar seperti biasa dan tak menghiraukan seseorang yang tidak memperhatikannya.
Lalu guru pria terakhir yang aku jelaskan yaitu Pak Faiq Shidqie, ia adalah guru Bahasa Arab. Ia juga adalah anak dari ketua Yayasan disini dan adek dari Kepala Sekolah SMP Plus El-Wafa. Ia mempunyai sifat baik dan lumayan tegas, pada awalnya kau kira cara mengajarnya akan membosankan. Namun, semakin kesini aku juga semakin suka dengan cara mengajarnya. Cara mengajarnya dengan mengartikan semua cerita yang ada dibuku dan memberi nilai jika salah satu murid ingin mengerjakan soal di Papan Tulis.
Berpindah pada guru Wanita, yang pertama akan aku deskripsikan yaitu Bu Fithia, S.Pd. Ia adalah guru Bahasa Inggris, Tajwid, Baca Tulis Qur'an dan juga Tahfidz, ia juga mengajar satu Ekstrakurikuler yaitu Muhadatsah Muhadhoroh bersama Pak Aep. Untuk sifatnya, Bu Thia sendiri adalah guru yang baik, ia mempunyai aura keibuan yang kuat sehingga kita nyaman berbincang-bincang dengannya. Cara mengajarnya selalu seru, ia juga selalu memberikan nasihat penting kepada kami semua.
Pada Ekstrakurikulernya, cara mengajarnya tak jauh berbeda dengan Pak Aep, namun Bu Thia selalu memperhatikan para murid-muridnya. Sedikit penjelasan, Muhadatsah Muhadhoroh ini juga mempunyai satu kegiatan lain namun tetap menjadi satu Ekstrakurikuler, yaitu Jasus. Jasus adalah kegiatan menulis seseorang yang berkata kasar. Pada Ekstrakurikuler itu akan dibacakan siapa saja yang mengatakan Jasus dan akan diberi hukuman sesuai dengan guru yang lagi mengajar Ekstrakurikuler tersebut.
Lanjut pada guru yang kedua adalah Bu Mutiara Silmi, S.Pd. Bu Silmi adalah wali kelas ku, ia mengajar tiga mata pelajaran yang salah satu mata pelajarannya adalah tugas yang sedang ku buat ini. Tiga mata pelajarannya tersebut adalah Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan juga Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Yang aku suka dari Bu Silmi adalah cara mengajarnya yang seru dan senang menjelaskan dengan rinci. Bu Silmi pun senang memberi tugas dengan Teka-Teki, ia juga suka memberi pertanyaan yang akan keluar di ujian nanti. Dan dari cara mengajarnya yang bisa menjelaskan sesuatu dengan bagus, aku pun terinspirasi untuk meningkatkan public speaking ku.
Lalu ada Bu Dewi, S.Pd. Ia adalah guru Matematika, Bu Dewi adalah guru yang cukup tegas. namun dibalik ketegasannya tersebut, Bu Dewi adalah guru yang benar-benar mempunyai aura kasih sayang yang kuat, ia juga akan bercanda dan mengobrol lebih jika ada waktu luang. Cara mengajar Bu Dewi ke kami seperti mengajar anak kecil, dengan hal itulah yang menjadi ciri khas dari Bu Dewi seorang.
Tang terakhir terdapat Bu Khoerunnisa, S.Pd. Bu Anis mengajar dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan juga Seni Budaya atau Teater. Cara mengajarnya di Bahasa Indonesia adalah menjelaskan semua pengertian dari isi bab yang sedang di pelajari, dan suka mengulang penjelasan yang suda lewat. Terkadang Bu Anis juga suka menyuruh para siswa-siswi untuk mempresentasikan apa yang sudah ia jelaskan. Hal tersebut menjadi cara untuk kita meningkatkan public speaking.
Lalu cara mengajarnya di mata pelajaran Seni Budaya adalah melakukan praktek langsung atau bermain seputar menguji konsentrasi para siswa-siswi. Hal tersebut adalah hal yang paling murid sukai sehingga jika sudah waktu mata pelajaran Seni Budaya, para murid akan meminta untuk melakukan kegiatan seperti biasanya.
Berpindah pada guru-guru yang mengajar Ekstrakurikuler, yang pertama ini aku akan mendeskripsikan Pak Bambang. Pak Bambang ini mengajar Ekstrakurikuler Paskibra. Cara mengajar ia di Ekstrakurikuler tersebut yaitu menegaskan para siswa untuk lebih disiplin terhadap hal-hal yang sudah ia ajarkan sebelumnya. Mungkin memang bawaan nya yang bersifat tegas, jadi para siswa terkadang menyebutnya guru yang galak. Sedikit cerita, ia dulunya adalah guru Matematika di sekoalh ku. tetapi entah mengapa ia berhenti menjadi guru disitu.
Lalu ada Kak Yeremi dan juga Kak Vincen, mereka berdua adalah guru Musik. Dulu guru Musik adalah Kak Deni, namun karena Kak Deni sibuk kuliah, jadia ia keluar dan digantikan oleh Kak Yeremi dan Kak Vincen. Mulai dari Kak Yeremi, ia mengajarkan para siswa-siswi yang posisinya menggunakan alat, seperti gitar, pianika, keyboard atau piano, dll. Untuk Kak Vincen sendiri, ia mengajar para siswa-siswi yang mengikuti vokal.
Berpindah pada guru Pramuka, terdapat Kak Main dan juga Ka Irgi. Banyak cerita dalam pergantian guru-guru Pramuka disini. Pada saat aku masuk pertama kali, Pramuka di ajarkan oleh Pak Bambang, namun karena ia berhenti dan hanya mengajar Paskibra, guru Pramuka pun di ganti oleh Kak Nurjanah dan temannya. Jujur, aku kurang suka dengan mereka berdua karena memang sudah keliatan sifat buruknya dari awal. Dan memang benar saja, ia memang orangnya yang mempunyai sifat buruk hehe.
Lalu dilanjut dengan Kak Main dan juga Kak Amanda, mereka mengajar Pramuka cukup lama. Aku cukup senang dengan mereka, karena mereka tegas namun suka bercanda. Sayangnya Kak Amanda keluar entah karena apa. Dan sempat pada waktu itu, Kak Main mengajar sendiri dan ada satu guru baru yang mengajar dengannya, yaitu Kak Lukman. Tetapi memang bukan takdirnya mengajar disitu, Kak Lukman pun hanya mengajar pada satu kali pertemuan.
Dan yang terakhir ini adalah Kak Main dan juga Kak Irgi, mereka mempunyai sifat yang sama-sama tegas namun sama-sama suka bercanda juga pada waktu yang tepat. Semoga mereka tetap bertahan sampai aku lulus!!
Mungkin cukup sampai disini, mungkin penjelasan aku disini ada yang kurang baik. Tetapi namanya juga manusia, tak akan pernah luput dari kesalahan. Jadi sampai sini saja, See You!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar